Oke, siap. Inilah kisah pendek bergaya dracin absurd berjudul 'Ciuman yang Menghapus Nama Keluarga', dengan sentuhan bahasa modern, puitis, dan sedikit keganjilan: **Ciuman yang Menghapus Nama Keluarga** Dunia retak. Bukan retak seperti piring jatuh, tapi retak seperti _sinyal hilang di puncak gunung_. Di masa lalu, Lan Wangji menatap langit senja yang berwarna sepia. Jari-jarinya kaku menggenggam seruling Giok putih. Angin berbisik nama yang *dilarang*, nama yang terukir di hatinya: Wei Wuxian. Di masa depan, Wei Wuxian menatap hologram langit senja yang sama, tapi warnanya neon dan berkedip-kedip seperti iklan. Jemarinya mengetuk layar datar, menunggu balasan. Chatnya berhenti di 'sedang mengetik...' selama abad *digital*. Mereka terpisah dimensi. Lan Wangji hidup di dunia persilatan kuno yang sakral, Wei Wuxian terjebak dalam distopia teknologi tinggi. Mereka terhubung hanya melalui _glitch_ aneh dalam matriks realitas. Bisikan singkat di antara frekuensi radio yang mati. Suatu malam, glitch itu menguat. Wei Wuxian merasakan sensasi aneh: bau cendana dan anggur *Emperor's Smile* yang memabukkan. Dia melihat Lan Wangji, bukan hologram, tapi nyata. Lan Wangji melihat Wei Wuxian, bukan bayangan di danau, tapi di depannya. "WEI YING?!" seru Lan Wangji, suaranya pecah. "Lan Zhan...?! Aplikasi *reinkarnasi* ini makin aneh aja," gumam Wei Wuxian. Mereka mendekat. Bukan dengan langkah anggun seperti adegan drama, tapi dengan tersandung dan kebingungan. Ketika bibir mereka bertemu, *ZAP!* Sebuah gelombang energi aneh menjalar. Bukan rasa manis cinta yang mereka rasakan, tapi rasa... lupa. Setiap ciuman menghapus satu ingatan. Nama keluarga. Kampung halaman. Warna rambut ibu mereka. Setiap ciuman adalah erasure, penghapusan. Cinta mereka, yang seharusnya menyatukan, justru menghilangkan. Pada ciuman terakhir, semua lenyap. Mereka berdiri di tengah ruang hampa, tanpa nama, tanpa identitas, hanya dua jiwa yang merasakan kekosongan yang akrab. Mereka adalah eka kehidupan yang tak pernah selesai, gema dari sebuah kisah yang terus berulang. Tapi ada satu hal yang tersisa: keinginan untuk mencari. Hasrat untuk _terhubung_. Mungkin, suatu hari, mereka akan menemukan satu sama lain lagi, di dimensi yang berbeda, dalam *glitch* yang baru. *Kita akan bertemu lagi, bukan?*
You Might Also Like: 0895403292432 Produk Skincare

0 Comments: